Jumat, 06 Februari 2015

Peristiwa Kenakalan Remaja

PERKENALAN


 Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma terhadap kondisi lingkungannya, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri. Namun pada kenyataanya orang cenderung langsung menyalahkan, menghakimi, bahkan menghukum pelaku kenakalan remaja tanpa mencari penyebab, latar belakang dari perilakunya tersebut.
  

kenakalan remaja telah menjadi penyakit ganas di tengah-tengah masyarakat, mengingat remaja merupakan bibit pemegang tampuk pemerintahan negara di masa depan. Lebih parah, berbagai kasus kenakalan remaja tersinyalir telah meresahkan masyarakat, semisal kasus pencurian, kasus asusila seperti free sex, pemerkosaan, bahkan pembunuhan. Oleh berbagai praktisi media bahkan para pemerhati sosial hal ini telah banyak digubris dan dicari benang merahnya. Hanya saja, sejauh ini usaha tersebut belum terlihat goal dan terkesan hanya sebagai bahan berita di media massa dan diskursus oleh berbagai kalangan yang belum ada realisasi khusus.
 Sejatinya, kenakalan semacam itu normal terjadi pada diri remaja karena pada masa itu mereka sedang berada dalam masa transisi: anak menuju dewasa.  Seperti pemikiran Emile Durkheim (dalam Soerjono Soekanto, 1985: 73), perilaku menyimpang atau jahat kalau dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai fakta sosial yang normal. Terkait dengan kenakalan remaja, dalam bukunya yang berjudul “Rules of Sociological Method” disebutkan bahwa dalam batas-batas tertentu kenakalan adalah normal karena tidak mungkin dihapusnya secara tuntas. Dengan demikian, perilaku dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat, perilaku tersebut terjadi dalam batas-batas tertentu dan dilihat pada suatu perbuatan yang tidak disengaja. Namun, kontras dengan pemikiran tersebut, kenyataan yang akhir-akhir ini terjadi adalah kenakalan remaja yang disengaja, yakni dilakukan dengan kesadaran. Miris! 

MASALAH

Akhir-akhir ini fenomena kenakalan remaja makin meluas. Bahkan hal ini sudah terjadi sejak dulu. Para pakar baik pakar hukum, psikolog, pakar agama dan lain sebagainya selalu mengupas masalah yang tak pernah habis-habisnya ini. Kenakalan Remaja, seperti sebuah lingkaran hitam yang tak pernah putus, sambung menyambung dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, dari tahun ke tahun dan bahkan dari hari ke hari semakin rumit. Masalah kenalan remaja merupakan masalah yang kompleks terjadi di berbagai kota di Indonesia. Sejalan dengan arus globalisasi dan teknologi yang semakin berkembang, arus informasi yang semakin mudah diakses serta gaya hidup modernisasi, disamping memudahkan dalam mengetahui berbagai informasi di berbagai media, di sisi lain juga membawa suatu dampak negatif yang cukup meluas di berbagai lapisan masyarakat. 

Hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI 2007) menunjukkan jumlah remaja di Indonesia mencapai 30 % dari jumlah penduduk, jadi sekitar 1,2 juta jiwa. Hal ini tentunya dapat menjadi asset bangsa jika remaja dapat menunjukkan potensi diri yang positif namun sebaliknya akan menjadi petaka jika remaja tersebut menunjukkan perilaku yang negatif bahkan sampai terlibat dalam kenakalan remaja.

Kondisi remaja di Indonesia saat ini dapat digambarkan sebagai berikut :

1.      Pernikahan usia remaja

2.      Sex pra nikah dan Kehamilan tidak dinginkan

3.      Aborsi 2,4 jt : 700-800 ribu adalah remaja

4.      MMR 343/100.000 (17.000/th, 1417/bln, 47/hr perempuan meninggal) karena komplikasi kehamilan dan persalinan

5.      HIV/AIDS: 1283 kasus, diperkirakan 52.000 terinfeksi (fenomena gunung es), 70% remaja

6.      Miras dan Narkoba.

Pembahasan masalah 

 kenakalan remaja di indonesia kini sudah melewati batas wajar,
Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya.Hal ini semua bisa terjadi karena adanya faktor-faktor kenakalan remaja berikut:

Hal ini semua bisa terjadi karena adanya faktor-faktor kenakalan remaja berikut:

- kurangnya kasih sayang orang tua.
- kurangnya pengawasan dari orang tua.
- pergaulan dengan teman yang tidak sebaya.
- peran dari perkembangan iptek yang berdampak negatif.
- tidak adanya bimbingan kepribadian dari sekolah.
- dasar-dasar agama yang kurang
- tidak adanya media penyalur bakat dan hobinya
- kebasan yang berlebihan
- masalah yang dipendam

beberapa tips untuk mengatasi dan mencegah kenakalan remaja.

- Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.

- Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut.

- Biarkanlah dia bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Karena apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman main yang sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani.

- Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, radio, handphone, dll.

- Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah.

- Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya

kesimpulan

Kenakalan remja perlu asalkan dalam batas yang sewajarnya,dan kita juga harus melakukan antisipasi terhadap pergaulan pada remaja salah satunya dengan  Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.
 

Senin, 15 Desember 2014

Keindahan alam indonesia

Keindahan alam indonesia "Gunujng tangkuban perahu"


Di Indonesia banyak tempat-tempat wisata yang tidak kalah dengan wisata luar negeri.Salah satunya adalah Wisata gunung tangkuban perahu,Gunung tangkuban perrahu adalah gunung yang terletak di daerah Jawa barat. beberapa km arah utara kota bandung, mempunyai ketinggian sekitar 2.084 Meter di atas permukan laut, Merupakan salah satu gunung Berapi yang masih aktif, gunung tangkuban perahu merupakan objek wisata yang sangat indah, dengan terlihatnya beberapa kawah yang tersebar di puncak gunung, salah satunya adalah Kawah ratu, selain itu keindahan juga tampak indah dengan hamparan kebun teh dan Rimbunan pohon pinus.

 

Di Gunung tankuban perahu terdapat tiga kawah yang menarik untuk di kunjungi yaitu kawah Domas, kawah Ratu dan kawah upas, kawah yang paling populer di kunjungi adalah kawah Ratu. kawah Ratu ini sangat begitu eksotis, walaupun keindahan dari setiap kawah sangatlah indah namun keindahan kawah Ratu mungkin yang paling memukau di antara ketigannya.

Minggu, 14 Desember 2014

Teks prosedur "Menyampaikan kritik dan saran"

 

KRITIK DAN SARAN

Mengkritik adalah memberikan tanggapan yang disertai dengan uraian atau pertimbangan baik buruk terhadap suatu hal. Kritik muncul karena seseorang tidak setuju atau tidak suka terhadap sesuatu. Selain memberikan kritikan, Anda juga dapat memberikan dukungan terhadap suatu pendapat. Dukungan yang baik disertai dengan alasan yang berupa uraian.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengungkapkan kritik dan saran.

  1. Menyimak dengan saksama laporan yang disampaikan dari awal hingga akhir.
  2. Mencatat hal-hal yang hendak diberi kritik atau saran.
  3. Mengemukakan kritik atau saran dengan bahasa yang baik.
  1. Berikan argumen untuk memperkuat kritik atau saran yang Anda ungkapkan.
Jika kritik atau saran disampaikan secara lisan, perlu diperhatikan hal-hal berikut.

a.   Kemukakan kritik dan saran dengan bahasa yang baik, nada yang biasa, tidak terkesan menentang, atau mengejek, dan tidak perlu tergesa-gesa.
b.   Jika memang diperlukan untuk memperjelas yang dimaksud, bisa diberikan penekanan-penekanan pada bagian-bagian yang dimaksud.
 
Mengkritik atau memberikan dukungan terhadap suatu hal harus menggunakan bahasa yang sopan.